Beberapa mata pelajaran di sekolah jenjang SMA/MA mengandung kompetensi dasar tentang "penelitian". Materi penelitian bisa menjadi dasar dari pembelajaran saintifik. Siswa akan kesulitan melaksanakan pembelajaran saintifik jika tidak dibekali dengan materi penelitian. Hal ini tentu melatarbelakangi beberapa mata pelajaran yang meletakkan kompetensi dasar penelitian setelah kompetensi dasar hakikat ilmu mata pelajaran yang bersangkutan.
Pada materi penelitian, terdapat beberapa pokok materi yang perlu diajarkan kepada siswa. Pokok materi ini tentu harus menjadi indikator dalam pembelajaran materi penelitian. Indikator yang perlu dicapai dalam pembelajaran materi penelitian antara lain:
1. Siswa mampu menjelaskan tentang konsep penelitian.
Konsep penelitian harus dipahami oleh siswa. Siswa harus memiliki persepsi yang benar terhadap makna dari penelitian. Jika mereka telah mampu mengenali makna penelitian, maka diharapkan mereka juga mampu melakukan penelitian dalam pemecahan masalah di kehidupan sehari-hari.
2. Siswa mampu memberi contoh permasalahan penelitian.
Setiap mata pelajaran tentu memiliki objek kajian yang berbeda-beda. Objek ini memang terkadang merupakan permasalahan yang sama, sehingga terjadi benturan objek kajian antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lain. Namun, siswa dituntut untuk mampu memisahkan permasalahan hingga mampu dikaji atau diteliti oleh satu mata pelajaran saja. Misalnya, kemiskinan merupakan permasalahan yang bisa diteliti oleh mata pelajaran ekonomi dan sosiologi. Namun, ekonomi lebih menitikberatkan pada hal keuangan dan sosiologi menitikberatkan pada hal yang bersifat sosial. Pada akhirnya, penelitian tentang kemiskinan pada mapel ekonomi lebih kepada upaya-upaya kebijakan keuangan dan penelitian tentang kemiskinan pada mapel sosiolo lebih kepada upaya yang bersifat sosial.
Jika siswa mampu mengetahui batasan-batasan suatu permasalahn sehingga dapat diteliti oleh suatu mata pelajaran saja, maka siswa pasti mampu memberikan contoh-contoh permasalahan penelitian sesuai dengan mapel yang dipelajari.
3. Siswa mampu mengidentifikasi metode penelitian.
Pada satu cabang ilmu pengetahuan bisa terdapat lebih dari satu metode penelitian. Sehingga, agar siswa mampu mengidentifikasi metode penelitian maka guru bisa memberikan contoh penelitian dengan berbagai macam metode penelitian.
Berdasarkan saran indikator tersebut, berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan guru pada saat pembelajaran dengan materi penelitian.
1. Apersepsi tentang manfaat penelitian.
2. Pengamatan terhadap contoh-contoh penelitian.
3. Mengidentifikasi syarat-syarat agar suatu permasalahan bisa diteliti.
4. Merancang penelitian.
Pada materi penelitian, terdapat beberapa pokok materi yang perlu diajarkan kepada siswa. Pokok materi ini tentu harus menjadi indikator dalam pembelajaran materi penelitian. Indikator yang perlu dicapai dalam pembelajaran materi penelitian antara lain:
1. Siswa mampu menjelaskan tentang konsep penelitian.
Konsep penelitian harus dipahami oleh siswa. Siswa harus memiliki persepsi yang benar terhadap makna dari penelitian. Jika mereka telah mampu mengenali makna penelitian, maka diharapkan mereka juga mampu melakukan penelitian dalam pemecahan masalah di kehidupan sehari-hari.
2. Siswa mampu memberi contoh permasalahan penelitian.
Setiap mata pelajaran tentu memiliki objek kajian yang berbeda-beda. Objek ini memang terkadang merupakan permasalahan yang sama, sehingga terjadi benturan objek kajian antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lain. Namun, siswa dituntut untuk mampu memisahkan permasalahan hingga mampu dikaji atau diteliti oleh satu mata pelajaran saja. Misalnya, kemiskinan merupakan permasalahan yang bisa diteliti oleh mata pelajaran ekonomi dan sosiologi. Namun, ekonomi lebih menitikberatkan pada hal keuangan dan sosiologi menitikberatkan pada hal yang bersifat sosial. Pada akhirnya, penelitian tentang kemiskinan pada mapel ekonomi lebih kepada upaya-upaya kebijakan keuangan dan penelitian tentang kemiskinan pada mapel sosiolo lebih kepada upaya yang bersifat sosial.
Jika siswa mampu mengetahui batasan-batasan suatu permasalahn sehingga dapat diteliti oleh suatu mata pelajaran saja, maka siswa pasti mampu memberikan contoh-contoh permasalahan penelitian sesuai dengan mapel yang dipelajari.
3. Siswa mampu mengidentifikasi metode penelitian.
Pada satu cabang ilmu pengetahuan bisa terdapat lebih dari satu metode penelitian. Sehingga, agar siswa mampu mengidentifikasi metode penelitian maka guru bisa memberikan contoh penelitian dengan berbagai macam metode penelitian.
Berdasarkan saran indikator tersebut, berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan guru pada saat pembelajaran dengan materi penelitian.
1. Apersepsi tentang manfaat penelitian.
2. Pengamatan terhadap contoh-contoh penelitian.
3. Mengidentifikasi syarat-syarat agar suatu permasalahan bisa diteliti.
4. Merancang penelitian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar