Senin, 13 Maret 2017

Tips Mengajar Pembelajaran Saintifik

Pembelajaran saintifik merupakan salah satu ciri dari Kurikulum 2013. Pembelajaran saintifik bertujuan agar siswa dapat membangun sendiri pengetahuannya. Dengan kata lain, ada dua model pembelajaran yang bersinggungan dengan pembelajaran saintifik, yaitu model inkuiri dan model diskoveri. Kedua model tersebut pada dasarnya sama yaitu bertujuan untuk melatih siswa membangun pengetahuannya sendiri. Perbedaannya, pada model pembelajaran diskoveri, pengetahuan yang akan dibangun siswa sudah diatur sebelumnya oleh guru.  Sebaliknya, pada pembelajaran inkuiri, pengetahuan yang akan dibangun siswa tidak dibatasi oleh guru sehingga siswa boleh membangun pengetahuannya seluas-luasnya.

Pada pembelajaran saintifik, model pembelajaran yang digunakan boleh inkuiri maupun diskoveri. Namun, lebih aman jika model yang digunakan adalah model pembelajaran diskoveri. Pembelajaran diskoveri dinyatakan lebih aman karena pada pembelajaran diskoveri, tujuan pembelajaran dapat diarahkan. Siswa tidak akan belajar di luar materi pembelajaran. Artinya, siswa masih berada pada rambu-rambu Kompetensi Dasar.

Terlepas dari model inkuiri atau diskoveri yang akan digunakan untuk pendekatan saintifik, pembelajaran saintifik dapat menjadi sulit untuk dilaksanakan. Pembelajaran saintifik sulit dilaksanakan terutama dengan alasan bahwa seorang guru jarang atau belum pernah sama sekali mengajar dengan model diskoveri/inkuiri. Tentu hal ini akan menjadi penghalang dalam penerapan pembelajaran saintifik. Namun, berikut ini adalah tips yang bisa dilakukan agar pembelajaran saintifik bisa diterapkan.

1. Memilih teknik mengajar yang tepat.
Pada pembelajaran saintifik, terdapat lima kegiatan utama, yaitu: mengamati, menanya, mengasosiasi, menalar, dan menyajikan hasil. Setiap kegiatan tersebut memiliki teknik pembelajaran masing-masing. Pada kegiatan mengamati, teknik pembelajaran yang bisa dilakukan antara lain : menonton video, membaca surat kabar, menceritakan pengalaman pribadi. Intinya, teknik yang digunakan pada kegiatan mengamati harus dapat memberi gambaran siswa tentang apa yang akan dipelajari. Pada kegiatan menanya, teknik pembelajaran yang bisa dilakukan adalah teknik secarik kertas, KWL (what I Know, Want to Know, Learn), atau brainstorming. Intinya, pada kegiatan menanya, teknik yang digunakan dalam pembelajaran harus dapat membuat siswa bertanya dengan pertanyaan yang baik. Pada kegiatan mengumpulkan informasi, teknik yang dapat digunakan yaitu: diskusi, studi dokumentasi, atau kunjungan perpustakaan. Intinya, pada kegiatan mengasosiasi teknik yang digunakan harus mampu memberi kesempatan kepada siswa untuk mencari sumber belajar. Pada kegiatan menalar/mengasosiasi, teknik yang bisa digunakan yaitu: teknik analogi, jika-maka, eksperimen, dan sebagainya. Intinya, pada kegiatan ini teknik yang digunakan harus memberikan kesempatan berfikir dan menganalisa hal yang dipelajari siswa. Pada kegiatan menyajikan informasi, teknik yang digunakan meliputi: membuat poster, presentasi, atau pameran. Intinya, pada kegiatan ini, teknik pembelajaran yang digunakan harus mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk menampilkan karyanya dan sekaligus melakukan penialaian pembelajaran,

2. Membuat lembar kerja siswa sendiri.
Lembar kerja siswa pada pembelajaran saintifik hendaknya memuat tiga hal. Pertama, hal yang bisa diamati siswa. Contohnya, artikel bencana alam dari koran, foto kerusakan lingkungan, peta persebaran hewan, dan sebagainya. Hal-hal tersebut tentu menjadi bahan ketika kegiatan mengamati dan pada akhirnya dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran lainnya. Kedua, lembar kerja siswa juga memuat contoh penelitian. Dengan adanya contoh penelitian, siswa akan mengerti bagaimana langkah kerja yang harus dilakukan untuk melakukan penelitian. Ketiga, lembar kerja siswa harus memuat evaluasi. Evaluasi yang dimaskud adalah evaluasi yang bertujuan untuk menilai kinerja siswa dalam melakukan kegiatan saintifik.
Lembar kerja siswa  hendaknya dibuat oleh guru. Alasannya, hanya guru yang memahami kondisi siswa secara langsung.  Selain itu, belum banyak penulis buku yang menulis lembar kerja siswa sesuai dengan harapan pembelajaran saintifik.

3. Memperkuat dasar-dasar ilmu penelitian.
Guru harus bisa memberi contoh, termasuk pada pembelajaran saintifik. Guru harus bisa memahami dasar-dasar ilmu penelitian dengan baik. Hal ini bertujuan agar guru dapat membimbing siswa dalam melakukan penelitian yan merupakan inti dari pembelajran saintifik.

4. Tidak ada yang salah dalam belajar.
Seorang guru harus terus berlatih agar bisa menjadi guru yang mengajari, memotivasi, bahkan menginspirasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar