Senin, 13 Maret 2017

Ceramah Sudah Ketinggalan Zaman?

Salah satu teknik pembelajaran adalah ceramah. Ceramah dilakukan dengan cara mengkomunikasikan materi pembelajaran secara lisan. Terkadang dalam teknik pembelajaran ceramah terdapat kegiatan non lisan, antara lain : membuat sketsa, memperagakan dengan bahasa tubuh, menunjukkan ekspresi, dan sebagainya.  Meskipun demikian, esensi ceramah tetaplah sama, yaitu komunikasi secara lisan. Dengan kata lain, ceramah bersifat satu arah. Materi pembelajaran hanya dikomunikasikan dari guru ke murid, tanpa ada umpan balik dari murid ke guru. 

Tak bisa dipungkiri bahwa ceramah merupakan teknik pembelajaran yang paling sering digunakan oleh seorang guru. Salah satu alasan mengapa ceramah masih menjadi teknik pembelajaran yang universal yaitu karena teknik ini bisa dilakukan tanpa persiapan. Tetapi, alasan ini sebenarnya berlaku relatif. Tidak semua guru bisa melakukan teknik ceramah dengan baik. Hanya guru dengan kecerdasan verbal dan daya ingat yang mumpuni saja yang bisa melakukan teknik ceramah dengan persiapan minim.  Namun, bagi seorang guru yang memiliki kecerdasan verbal yang baik serta daya ingat yang mumpuni, mengajar dengan teknik ceramah bisa menjadi sangat mudah dan hasilnya bagus.

Ceramah tidak melulu berisi materi ajar. Ceramah dapat diselingi dengan  lelucon, pengalaman pribadi, maupun motivasi. Lelucon perlu diberikan saat ceramah dengan tujun untuk mengurangi "ketegangan" atau bahkan kebosanan saat pembelajaran. Motivasi perlu diberikan saat ceramah dengan tujuan untuk memberikan semangat bagi murid. Pengalaman pribadi perlu diberikan saat ceramah dengan tujuan untuk memberikan keteladanan bagi murid. Tentu saja, alangkah lebih bagus jika ketiga hal tersebut berkaitan dengan materi ajar yang diberikan.

Teknik ceramah yang digunakan pada pembelajaran bukanlah hal yang baru. Teknik ini merupakan teknik pembelajaran pertama yang dilakukan pada sekolah formal. Meskipun demikian, teknik ceramah bukan berarti teknik pembelajaran kuna yang perlu ditinggalkan. Beberapa variasi teknik ceramah bisa menjadi pilihan apabila teknik ceramah sudah dianggap kuna atau terlalu sering digunakan.  

Salah satu variasi teknik ceramah yang selama ini telah dikenal adalah berdongeng (story-telling). Berdongeng merupakan teknik ceramah yang sering digunakan untuk mengkomunikasikan sebuah karya sastra fiksi. Berdongeng dapat dilakukan dengan cara menambah ekspresi saat membacakan karya sastra tersebut. Bahkan, berdongeng sering diikuti dengan perubahan warna suara untuk memerankan tokoh yang ada. Berdongeng dapat menggunakan alat bantu. Buku cerita, boneka, dan kostum sering digunakan oleh seorang guru dalam melakukan teknik berdongeng. 

Teknik berdongeng cocok untuk murid-murid usia dini. Mereka dapat menjadi terhibur dan tertarik dengan materi pembelajaran yang diajarkan dengan teknik berdongeng. Materi ajar yang bersifat pengembangan afektif dapat tersalurkan dengan baik melalui teknik ini.

Selain berdongeng, teknik pembelajaran yang juga merupakan variasi dari teknik ceramah adalah teknik ceramah tanya jawab. Teknik ceramah tanya jawab merupakan teknik ceramah yang lebih interaktif. Komunikasi tidak hanya berasal dari guru ke murid tetapi juga terdapat komunikasi dari murid ke guru. Ceramah tanya jawab berguna untuk mendapatkan umpan balik dari murid. Pada ceramah tanya jawab, diharapkan murid memberikan umpan balik yang berupa pertanyaan, kejelasan dalm menerima pengajaran, tanggapan siswa terhadap pelajaran, dan sebagainya. Selain itu, manfaat dari teknik ini ialah melatih murid untuk berani mengemukakan pendapat, pertanyaan, usulan, dan sebagainya.

Kedua variasi teknik pembelajaran ceramah tersebut dapat digunakan sebagai variasi teknik pembelajaran. Pembelajaran dengan teknik ceramah memang terasa membosankan apabila tidak dikembangkan sesuai dengan kebutuhan murid. Meskipun demikian, bukan berarti guru harus meninggalkan teknik ceramah. Teknik pembelajaran ceramah perlu diberikan pada saat yang tepat. Tugas seorang guru ialah mencari kapan saat ia harus menggunakan metode ceramah dan kapan saat ia harus memakai teknik pembelajaran lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar