Jumat, 10 Maret 2017

Tips Mengajar Menggunakan Video

Video merupakan salah satu media audio visual. Video dapat digunakan untuk menampilkan film dokumenter, drama, pertunjukkan kesenian, liputan berita, dan sebagainya yang tentu saja tidak ideal jika ditampilkan oleh jenis media lainnya. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan video sebagai media pembelajaran. hal-hal yang harus diperhatikan antara lain :

a. Alat penayang video. 
Video dapat ditampilkan melalui proyektor maupun monitor. Kedua alat tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Proyektor lebih mudah dibawa kemana-mana dibandingkan dengan monitor. Ukuran proyektor juga lebih mudah disesuaikan. Namun, kejelasan tampilan pada monitor lebih baik daripada proyektor. Selain itu, monitor relatif tidak mudah rusak dibandingkan dengan proyektor. 

b. Ruangan belajar.
Pembelajaran menggunakan video sebaiknya dilakukan di dalam ruangan. Ruangan sebaiknya tertutup sehingga tidak ada gangguan cahaya dari luar ruangan. Cahaya dari luar ruangan yang terlalu banyak dapat mengganggu kejernihan tayangan video, terlebih lagi jika alat yang digunakan adalah proyektor. Sisi ruangan yang menampilkan tayangan sebaiknya lebih gelap daripada sisi tempat duduk siswa.
Tempat duduk siswa diatur sedemikian rupa sehingga seluruh siswa dapat melihat tampilan video dengan jelas. Tempat duduk siswa sebaiknya merupakan kursi yang tidak bisa digunakan untuk bersandar. Pengalaman selama ini, duduk bersandar akan membuat siswa menjadi mudah mengantuk. Hal ini tentu akan mengganggu  pelajaran. Selain itu, tempat duduk juga harus terjangkau oleh suara yang dikeluarkan oleh video yang ditampilkan. 

c. Kualitas video
Video pembelajaran harus memiliki kualitas yang bagus. Artinya, sebaiknya file video yang ditampilkan memiliki resolusi tampilan yang bagus. Selain itu, video yang ditampilkan harus memiliki daya tarik tersendiri dari segi tampilan. Warna, tekstur, tata letak, maupun sinematografi dari video pembelajaran harus mampu menarik perhatian siswa.
Video yang ditampilkan juga harus menyesuaikan dengan materi pelajaran. Sebagai contoh, film dokumenter cocok untuk mata pelajaran geografi, fisika, sosiologi, maupun biologi. Whiteboard animation cocok untuk mata pelajaran PKn, ekonomi, maupun matematika. Film drama cocok untuk mengajarkan mata pelajaran bahasa, sejarah, sastra, dan sebagainya. film tutorial cocok untuk mengajarkan mata pelajaran olah raga, seni, dan keterampilan.
Tidak hanya memerhatikan tayangan, pembelajaran menggunakan video juga harus memerhatikan kualitas suara dari video. Suara yang dihasilkan sebaiknya jelas dan sesuai dengan narasi video.

d. Sikap guru

Saat mengajar menggunakan video, guru hendaknya harus memperhatikan beberapa hal. Pertama, guru harus mampu berada pada posisi yang benar. Guru hendaknya berdiri di belakang siswa. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah tayangan video telah mampu dilihat jelas oleh siswa yang paling belakang. Jika guru dibelakang maka siswa akan fokus hanya kepada video saja.
Kedua, guru harus meminta umpan balik dari siswa terhadap video yang ditampilkan. Umpan balik sebaiknya diminta saat tayangan video telah selesai ditampilkan. Umpan balik video dapat dilakukan dengan menggunakan lisan, tulisan, maupun unjuk kerja.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar