Rabu, 15 Maret 2017

Pendekatan Saintifik untuk IPS, Mengapa Tidak?

Akhir-akhir ini, masyarakat beranggapan bahwa sekolah merupakan tempat untuk mencetak calon tenaga kerja. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan hal itu. Namun, jika paradigma itu yang kita pakai, apa bedanya sekolah dengan lembaga kursus? Kalau seandainya alasan menjadikan sekolah sebagai lembaga penyiap calon tenaga kerja adalah karena kita mengenal sekolah vokasi, Bukankah sekolah vokasi diberikan setelah program wajib belajar 12 tahun?
Tulisan ini tidak bertujuan untuk membahas polemik yang ada di atas. Paragraf diatas hanya sebagai bahan kontemplasi bagi guru maupun para pembaca sekalian. Boleh dijawab sendiri atau didiskusikan, tetapi dimohon untuk tidak menuliskannya dalam kolom komentar. Topik yang akan dibahas pada tulisan ini ialah tentang pembelajaran mapel IPS dengan pendekatan saintifik. Topik ini dipilih karena selama ini sebagian masyarakat menganggap bahwa IPS hanya sedekar wawasan, bukan ilmu pengetahuan (sains). Akibatnya, wajar saja jika banyak guru yang tidak percaya diri untuk menerapkan pendekatan saintifik dalam mengajar IPS.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang sudah diberikan kepada siswa dari jenjang SD sampai SMA. Pada jenjang SD dan SMP, mata pelajaran IPS merupakan sebuah mapel terpadu.  Pada jenjang SMA/MA, mata pelajaran ini akan terbagi menjadi beberapa mata pelajaran yang merupakan cabang-cabang dari ilmu sosial. Tambahan pula, tidak semua cabang-cabang ilmu sosial itu diberikan secara lengkap. Pada jurusan IPS, ilmu sosial yang dijadikan sebagai mata pelajaran meliputi : Geografi, Ekonomi, Sejarah, dan Sosiologi. Sementara itu, Jurusan IPA, Bahasa, dan Agama hanya memperoleh mata pelajaran Sejarah saja. Pada tulisan ini, sementara hanya membahas pembelajaran ilmu-ilmu cabang IPS pada jurusan IPS jenjang SMA/MA.
Pendekatan saintifik adalah pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk dapat membangun pengetahuan mereka sendiri dengan menggunakan metode-metode ilmiah. Metode ilmiah selama ini identik dengan ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu tekhnologi. Namun, bukan berarti metode ilmiah hanya dimiliki oleh dua macam ilmu tersebut. Ilmu-ilmu sosial juga memiliki metode-metode ilmiah dalam membangun pengetahuan tentang objek kajiannya. Fakta ini harus menjadi pegangan setiap guru bahwa ilmu-ilmu sosial memiliki metode ilmiah, sehingga mengajarkan IPS dengan pendekatan saintifik adalah hal yang realitis.
Mata pelajaran-mata pelajaran IPS sebenarnya memiliki sebuah keuntungan untuk diajarkan dengan pendekatan saintifik. Keuntungan itu ialah kemudahan mencari materi yang bisa digunakan pada saat kegiatan mengamati. Permasalahan-permasalahan manusia yang merupakan materi dari mapel IPS dapat dijumpai hampir setiap hari. Koran, televisi, dan pengalaman langsung merupakan beberapa sumber yang memuat materi yang bisa digunakan untuk kegiatan mengamati pada pendekatan saintifik.
Kehidupan siswa yang selalu bersinggungan dengan permasalahan manusia dapat memberikan keuntungan bagi penerapan pendekatan saintifik pada pembelajaran IPS. Siswa akan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap materi-materi IPS yang bersinggungan dengan dirinya. Jika seorang guru bisa mengelola rasa ingin tahu siswa tersebut maka siswa tentu sangat mudah membuat pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan materi IPS. Hal ini tentu menjadi kemudahan dalam kegiatan menanya dalam pendekatan saintifik.
Pada saat kegiatan mencari informasi, pendekatan saintifik untuk mapel IPS memiliki sebuah tantangan yang cukup berarti. Kegiatan mencari informasi memang bisa dilakukan di dalam lingkungan sekolah. Siswa bisa menjadikan kehidupan manusia di lingkungan sekolahnya sebagai sumber informasi. Akan tetapi, lingkungan sekolah bersifat terbatas. Materi yang bisa diambil tidak dapat memenuhi seluruh tema atau topik pembelajaran IPS. Namun, permasalahan ini sebenarnya masih memiliki jalan keluar. Pada kegiatan mencari informasi, tidak ada tuntutan kepada siswa untuk mencari informasi langsung dari manusia. Siswa masih bisa mencari informasi dari perpustakaan. Peran perpustakaan dalam menyediakan buku-buku penunjang pembelajaran menjadi sangat vital bagi penerapan pendekatan sainttifik pada mapel IPS. Semakin lengkap buku atau referensi yang disediakan di perpustakaan maka semakin mendukung siswa dalam kegiatan mencari informasi.
Tantangan yang bisa menjadi kendala bagi penerapan pendekatan saintifik untuk mapel IPS yaitu permasalahan saat kegiatan penyajian hasil penelitian. Tantangan yang muncul saat kegiatan ini adalah paradigma guru yang menganggap bahwa IPS belum bisa menghasilkan hasil penelitian yang cukup konkret. Namun, selayaknya paradigma ini harus dibuang jauh-jauh. Pada pembelajaran IPS sebenarnya masih bisa menghasilkan hasil-hasil yang konkret. Poster, pamflet, majalah dinding bisa menjadi contoh hasil konkret yang bisa dihasilkanpada saat pembelajaran IPS dengan pendekatan saintifik. Jika dibandingkan dengan rumpun ilmu lain, mungkin karya publikasi tersebut masih dianggap tidak memiliki arti. Namun, bukankah banyak perang, perdamaian, hingga revolusi yang ada di dunia terjadi karena karya-karya publikasi ini? Semua tentu hasil dari penelitian dan pemikiran dalam sudut pandang IPS. Sehingga, seorang guru harus mampu memberikan apresiasi terhadap hasil penelitian yang dilakukan oleh siswa. Bisa jadi, hasil karya siswa bisa mengubah pandangan publik terhadap suatu hal.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar