Sabtu, 17 Juni 2017

HOAKS : panas di luar, panas di kelas...

Hoaks merupakan berita yang belum tentu kebenarannya. Istilah ini sering digunakan pada kalangan pecandu media sosial. Hoaks dapat berupa artikel, status, gambar, rekaman suara maupun video.
Beberapa pihak memang sangat menentang keberadaan hoaks. Alasannya, hoaks dapat menyebabkan keributan di masyarakat, menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap sebuah merk dagang, memicu konflik sosial, memicu konflik individu, memecah belah masyarakat, dan sebagainya. Pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh hoaks berupaya dengan berbagai macam cara agar dapat menghilangkan berita hoaks tersebut. Tak jarang, banyak pihak yang menyelesaikan kasus hoaks melalui jalur hukum.
Sebenarnya, ada satu sisi positif dari beredarnya hoaks. Peredaran hoaks akan membuat masyarakat berhati-hati dalam menyikapi sebuah informasi. Mereka akan berupaya menguji setiap informasi yang mereka dapatkan. Dengan kata lain, mereka melakukan kegiatan ilmiah maupun semiilmiah untuk membangun pengetahuan mereka sendiri.
Sebagai bagian dari masyarakat, siswa sekolah juga dapat terbentur dengan hoaks yang beredar. Sebagai akibatnya, mereka akan membawa hoaks-hoaks itu ke dalam kelas. Mereka akan memperbincangkan hoaks tersebut sesama teman. Bahkan, mereka juga akan membawa hoaks tersebut ke dalam kelas.
Siswa yang berfikiran kritis akan membawa hoaks itu untuk ditanyakan ke guru. Siswa akan bertanya tentang kebenaran hoaks tersebut. Ini adalah anugrah dalam pembelajaran. Hoaks tersebut dapat digunakan sebagai materi pembelajaran. Guru dapat memanipulasi hoaks tersebut sebagai bahan masalah pada pembelajaran problem based learning maupun bahan perdebatan pada pembelajaran debat. Peran guru sebenarnya hanya menghangatkan hoaks tersebut sehingga nanti akan diperoleh materi pembelajaran yang bisa memotivasi siswa belajar. Siswa termotivasi karena mereka INGIN TAHU kebenaran hoaks tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar